Minggu, 06 Oktober 2013

Kenangan di Tengah Kamu dan DIa

Lagi terbayang-bayang dan teriang-iang lagu ini.

Thinking of You - Katy Perry

Comparisons are easily done
Once you've had a taste of perfection
Like an apple hanging from a tree
I picked the ripest one, I still got the seed
You said move on, where do I go?
I guess second best is all I will know

'Cause when I'm with him I am thinking of you
(Thinking of you, thinking of you)
Thinking of you, what you would do
If you were the one who was spending the night
(Spending the night, spending the night)
Oh, I wish that I was looking into your eyes-eyes

You're like an Indian Summer in the middle of winter
Like a hard candy with a surprise center
How do I get better once I've had the best?
You said there's tons of fish in the water, so the waters I will test
He kissed my lips, I taste your mouth, oh!
(Taste your mouth)
He pulled me in, I was disgusted with myself

'Cause when I'm with him I am thinking of you
(Thinking of you, thinking of you)
Thinking of you, what you would do
If you were the one who was spending the night
(Spending the night, spending the night)
Oh, I wish that I was looking into

You're the best, and yes, I do regret
How I could let myself let you go
Now, now the lesson's learned
I touched it, I was burned
Oh, I think you should know!

'Cause when I'm with him I am thinking of you
(Thinking of you, thinking of you)
Thinking of you, what you would do
If you were the one who was spending the night
(Spending the night, spending the night)
Oh, I wish that I was looking into your, your eyes
Looking into your eyes, looking into your eyes
Oh, won't you walk through?
And bust in the door and take me away?
Oh, no more mistakes
'Cause in your eyes I'd like to stay, stay



Langsung deh terbayang skenario baru. Hahaha

Emm pernah ngga sih kita merasa bahwa "ada orang yang hidup hanya di hati kita namun tidak di hidup kita" (mengutip kata-kata dosen saya) ?

Entah kita bertemu dengan orang yang tepat di waktu yang salah, keadaan yang tidak tepat, atau waktu kita bersamanya memang dibatasi.

Cielaahh :p

Trus trus karena bumi ini terus berputar, waktu terus berjalan, dan jam tidak pernah berhenti berdetak, kita pun terpaksa, dipaksa, dan memaksa diri untuk move on.

Ceritanya berhasil namun kenangan dan sisa cinta itu tetap hidup di dalam hati walau tidak bisa bertumbuh lebih banyak lagi.

Datang orang lain, menyenangkan, menceriakan, membuat hidup menjadi lebih berwarna.

Tapi membandingkan setiap suasana tidak dapat dielakkan.

"when I'm with him I am thinking of you..."

Bersama dengan orang lain, tertawa bersama orang lain, tapi hati kecil tetap berbisik 
"kalau sama yang itu bakal gini juga ga ya?" 
"kalau sama itu kayanya ketawanya bakal ngga sama" 
"kalau sama dia,," 
"kalau..."

Eeeeeeaaaaa

Apalagi kalau orang tersebut adalah orang yang tipe kita banget dan yang terbaik menurut pikiran kita. Makin berasa badan doang yang move on tapi hatinya nggak. Hahaha.

Yaaahhh namanya juga manusia, dibekali hati dan rasa namun juga disertai pikiran dan logika.
Menyeimbangkan keduanya adalah pelajaran di setiap helaan nafas kehidupan.
Apalagi soal cinta.
Heemmm....

Karena cinta bukan matematika dan sebuah keadaan yang dipenuhi kepastian, maka timbulah keadaan tanpa memakai logika dan mengatasnamakan perasaan. :p

Yaudah sih jangan sedih, yang nulis ini juga pernah mengalaminya. hahahaha. :p

Kamis, 12 September 2013

Move On --> Pelarian?

Heihoooo...

Sudah lama tak menulis disinii, hehehe

Pasti pada bingung kan kenapa tiba-tiba eke dateng trus nulis judul yang begitutu?

Yaahhh sebenernya ini gara-gara satu orang temen yang rasanya pingin dijedotin aja kepalanya ke tembok! 

Loh loh ada apa kok sampe emosi gitu?

Ehm ehm...
Dalam hidup yang begitu singkat ini, pasti kita sebagai manusia pernah merasakan dicintai, mencintai, dan mabuk kepayang karena orang lain. 
Ciieeehhh.
Ngga terkecuali dengan teman saya yang satu itu.

Sudah dari setahun yang lalu dia cerita tentang seseorang yang selalu menghantui pikirannya, membuatnya berbunga-bunga, membuatnya merasa bahwa dunia semakin indah *apa sih*. 
Tapii sayang seribu sayang, teman saya bukanlah yang satu-satunya untuk orang tersebut. 
Yaps, orang tersebut not a single person anymore.

Yaahh, namanya juga cinta, saya ngga bisa nyalahin apa-apa ataupun siapa-siapa. Tapi saya udah bilang dari awal supaya teman saya berhati-hati dalam bermain hati, karena seperti yang kita ketahui bahwa hati itu sebening kristal dan serapuh kaca :').

Mungkin bermain-main dengan keadaan yang ngga biasa itu memang menyenangkan yaa, teman saya malah semakin jauh dengan not a single person (NSP) ini, sampe-sampe NSP ngirim surat cintah gtuuhh sama temen saya. 
Akal sehat masih bermain disini, teman saya menolak mentah-mentah rasa manis dan hangat yang NSP tawarkan dan memilih untuk kembali ke jalan aman.

Selesaikah?

Ngga dong yaaaa, sampek detik ini teman saya masih tercintacinta sama si NSP!

Dia masih cerita sama saya, masih bingung gimana caranya move on, cerita pingin pindah kota, masih bingung kenapa juga masih mimpi dia, nangis buat dia, dada sesak gara-gara dia, so on so on...

Emang yaa cinta itu rumit *halah*.

Teman saya juga cerita bahwa dia ga bisa menemukan orang lain dan dia ga mau ada pelarian lagi.

Hemmm move on dan pelarian itu emang kaya hukum sebab akibat yak, karena ingin move on maka ada pelarian, atau pelarian itu karena ingin move on *apa seh,luk*.

Truusss gimana coba pendapat eke?

Sebagai orang yang simpel, saya sih milih tetep ngelupain orang itu. Gimanapun juga dia udah milik orang lain dan yaa kebetulan aja kita pernah satu halaman kehidupan sama dia. Gtu aja kan? *sok cool*

Jujur saya pernah bener-bener tertarik dan suka sama satu orang dan setelah saya merasakan perasaan lebih dan kelihatannya gayung bersambut, ternyata dia juga milik orang lain *pedih* tapi selanjutnya yaa saya memilih menangis sendiri saja. 
Memilih untuk melupakan perlahan. 
Memilih untuk kembali membuka hati tanpa membandingkan yang baru dengan dirinya. 
Memilih untuk mencari tempat nyaman lain walau mungkin tanpa rasa tertarik sekuat ketika bersamanya...
*putar proyektor kenangan :p*

Kadang kita memang ngga bisa memilih kepada siapa hati ini akan berdebar kencang, kadang kita ngga bisa menyesuaikan orang yang tepat dengan waktu yang tepat. Yaahh, kadang semua ini terjadi agar kita bisa belajar untuk semakin kuat. 
Lalu apa yang harus kita lakukan? 
Realistis aja lah. 
Kalau memang terlalu jauh untuk diraih, yasudah, ngga perlu cari-cari galah tambahan untuk mencapai, toh kalau memang halaman kehidupan kita akan bertemu dengannya kembali, pasti bisa kok :).

Satu lagi, tentang pelarian. 
Saya dulu pernah bilang kepada seseorang “semua orang itu sebenarnya pelarian dari orang yang pernah bersamanya, kecuali orang itu yang pertama untuknya”. 
Yaaa, gimana yaa, sebagai manusia yang realistis, menurut saya setiap orang itu sebenarnya pelarian kok. Ada yang pelarian dari mantan pacarnya, ada pula yang dari mantan gebetannya. Tinggal kita aja yang pintar-pintar mencari pelarian yang cocok dengan kita. 
Seandainya si pelarian itu memang bisa membuat kita nyaman, kenapa tidak? 
Siapa tahu kebahagiaan kita memang ada di dia :).

Eemmm ini cuma pendapat saya yaa, tapi pada setiap orang juga belum tentu berhasil, jadi pada akhirnya nanti pilihlah jalan yang menurutmu bisa kamu jalani :).

Ps : Buat temen saya, udaaahh ga usa galau. Mending cari kesibukan baru, kalau belum bisa menemukan orang yang bisa membuat jantung berdebar, belanja nyalon dan nyenengin diri sendiri dulu ajaa :D.

Jumat, 23 Agustus 2013

Come Back!

Yuuhhhuuuuuu
Lama bener yaa ga nulis.. hohoho
Udah satu bulan, maliihh :o

Yaahh, kalo  mau dicari alasannya pasti ada kookk..
Contoh yang paling konkret adalah masalah laptop yang ngga ada, terus akhirnya bisa mengakuisisi laptop si adik, eh tapi tapi akhirnya juga kembali malas. ahahahaha

Apa aja sih yang terjadi satu bulan ini?

1. Selamat lebaran dulu buat yang marayakan :)

2. Ada masalah soal hati, tapi sudahlah kalo lagi mood baru cerita lagi. Emm mungkin ini juga yang lumayan menghantui perasaan minggu-minggu lalu.

3. Ada aktivitas baruu. Semoga ini bukan jadi excuse buat ngelupain aktivitas wajib lama yaa. Hohoho.

Apaa lagii yaa...

Emmm emmm udah ahh ntar lagi aja *semacam ngga niat*

Dadaaahh semuanyaaa
Have a nice day as always :)

Jumat, 19 Juli 2013

Hati Hangat di Pagi Hari

Kalau melihat orang yang mempunyai bisnis sendiri atau bahasa kerennya wiraausaha, saya pasti suka diam-diam mengamati tipe-tipenya. Ada dua tipe yang benar-benar sering saya amati, yaitu :

1. Tipe yang kayanya pinter banget menjalankan usaha trus akhirnya usahanya berkembang dan punya store dimana-mana, bahkan produknya pun merambah ke macam-macam produk :o.
Yang kaya gini pasti sering banget dan menimbulkan decak kagum kan yaa, tapi terkadang kurang bisa menghasilkan kesan yang mendalam *gaya lo, luk! :p*.

2. Jualannya laku tapi tidak berkembang  banyak. Contoh yang paling sering ditemui adalah penjual sarapan pagi. Banyak ibu-ibu rumah tangga yang untuk menambah pundi-pundi keluarga mulai berjualan makanan. Biasanya jualan sarapan, mungkin supaya bisa ikut makan kali ya keluarganya *sotoy* :p. Nah, yang kaya gini biasanya cuma sedikit jualannya dan sehabisnya aja jualannya. Tipe-tipe yang "yaudah saya cuma jualan sepanci ini, sampai habis. Kalau sudah siang dan belum habis yaa buat makan anak-anak aja." *sotoy lagi*

Lalu mau ngomongin apa sih, luk?

Mau ngomongin yang tipe duaa doong...

Kenapa?

Soalnya di deket rumah saya ada contoh nyatanya :')

Siapa sih dan gimana ceritanya?

Jadi, di deket rumah nenek, di daerah Pakualaman, deket Mandarpaes, setiap pagi ada seorang ibu (mungkin sudah mendekati nenek) yang berjualan bubur gudeg. Buburnya enak lembut gitu, gudegnya juga termasuk gudeg enak yang sesungguhnya ngga kalah sama gudeg dengan nama yang sudah ternama *cielaahh*. 
Ibu ini selalu berjualan dari subuh (bahkan kalau bulan puasa dari jam 2 pagi!) sampai kurang lebih jam 10 pagi. Sampai jemputan datang, katanya.

Saya merasa ibu ini sudah lamaaaa jualannya dan ngga pernah pindah dari tratoar tempat itu. Selain itu yang jadi sorotan adalah kuantitas bubur gudeg yang dijual juga ngga bertambah yang banyak banget gitu. Yaahh, kurang lebih sepanci untuk setiap gudeg, krecek, dan buburnya.
Tapii, ibu itu selalu ada.

Sampai sekarang sepertinya tidak ada perubahan yang signifikan. Yang bisa saya lihat hanyalah ada beberapa penjual yang menitipkan barang dagangan mereka di ibu bubur gudeg. Contohnya bakpao, gorengan, dan lauk-lauk gitu. Tapii ngga ada perubahan lain selain itu.

Tadi pagi saya sempat ngobrol dengan ibu tersebut. Ternyata beliau sudah berjualan selama 22 tahun :o. Iihhh, masa umurnya sama kaya saya. hahahaha.
Kereeeennn yaaa....
 
Terus terus ibunya ga pernah lelah, tapi juga ga ngoyo.

Kalau  kata ibu-ibu lain "rezeki itu ga bisa ditolak, tapi juga ga bisa dikejar"

Ntah kenapa saya merasa ibu bubur gudeg bisa memahami kalimat tersebut dengan baik. Tidak pernah aneh-aneh, tetap berjualan, semampunya, tidak ngoyo, tapi tetap menghasilkan alias tidak malas.

Aahhhh sederhana yaa, tapi sehabis membeli bubur tersebut hati saya jadi hangat. Seneng ajaa, seperti ada pencerahan yang sama indahnya dengan mentari pagi :).

Sehat selalu ya, Bu :D

Senin, 08 Juli 2013

Seputar Hari-hari

Tau-tau udah bulan juli aja, tau-tau udah tanggal 8 ajah. Huhuhu.
Apa aja sih yang terjadi belakangan ini?

1. Nenek saya yang di Jogja masuk rumah sakit. Emm ngga parah sih penyakitnya, muntaber trus berakhir dengan diare yang lumayan lama. Perut beliau juga jadi kembung gtu. Semoga cpat sembuh ya, nenek. Lalu, apa imbasnya pada saya? Sering banget jaga malam yang berakibat kurang tidur. Hohoho. Yaahh, gapapalah itung-itung berbakti :p.

2. Kemarin tanggal 6 Juli Everyday Band yang pernah saya ceritain dulu launching album lohhh. Trus trus launching albumnya di Cafe Momento, yang mana cafe itu punya menu Choco Melt yang eeennnaaaakkkk banget!! Harus cobak dan 12.500 saja! Lelehan coklatnya dipadu dengan es krim vanila bikin merem melek pas makan. Tanya deh sama Nilam. :p
Trus CD mereka udah mulai dijual seharga 40 rb. Seperti yang pernah saya kumandangkan, bisa dibeli di Yogyatorium lhoo, rumah barunya Dagadu :D.

3. Silvi sakit. Dan, akhirnya meninggal :(. Siapa sih Silvi? Monggo dibaca post ini.
Emang ceritanya gimana sih? Ntahlah, tiba-tiba ngga bisa dinyalain aja si Silvi, terus akhirnya tanya ke tukang service, katanya yang rusak motherboard-nya. Semua orang ngga merestui saya untuk men-service motherboard-nya. Katanya percuma. Akhirnya saya beli casing buat HDD, terus HDD-nya Silvi dipindah kesitu. Berasa kehilangan raga namun bukan berarti kehilangan nyawa. *apa seh?*

4. Hari ini saya 18 bulan bersama Adit. Selamat yaa, untuk kita :D.

5. Apa lagi ya? Ohya, adek saya sudah resmi bersama saya di Jogja. Doakan adek saya dalam menempuh sekolah menengah atas di Jogja yaa :).

Emmm itu dulu deh jurnal seputar hari-hari saya. Sampai berjumpa di-update-an berikutnyaa...
Caaaoooo :)