Jumat, 21 Juli 2017

Tulisan untuk Sang Idola




*pertama-tama cukup shock karena menyadari bahwa terakhir nulis adalah di tahun 2015, dan sekarang udah tahun 2017 ajee dan udah tengah tahun ajee. Betapa pemalas dan tidak konsistennya dirikuuu*

Pada tanggal 21 Juli 2017 ini saya pingin membagikan rasa shock yang ada di hati di pagi hari. Tadi pagi setelah bangun tidur, saya pun cek-cek news feed di salah satu akun sosial media, dan saya menemukan bahwasanya salah satu vokalis dari band yang pernah saya kumpulin kasetnya, yaitu Linkin Park meninggal dunia. :'(

Syeddiiihhh....

Iyap, Chester Bennington meninggal dunia pada tanggal 20 Juli 2017. Sedih banget pastinya.
Ada dua alasan kenapa saya sedih dan bahkan sampai saya tulis di blog ini.

1. Saya belum kesampaian nonton konser Linkin Park.
Linkin Park adalah salah satu band yang menemani masa muda saya *ceilah*. Saya sempat mengkoleksi kaset keluaran dari band ini. Yaahh walaupun harus saya akui bahwa saya paliing suka sama album Hybrid Theory dan Meteora. Setelah itu saya kurang suka lagu-lagu mereka satu album. Paling saya hanya suka satu dua lagu saja. Dan pasti terselip rasa ingin menonton mereka konser live. Nah, kalau vokalis pentolan mereka meninggal, apa jadinya konser mereka doong?? Semua tak akan sama dan pupuslah sudah niat dan semangat nonton konser mereka. Saya seperti layu sebelum berkembang :(.

2. Cara meninggalnya tragis dan tidak inspiratif.
Suicide.
I do not need to explain more.
Half sad, half disappointed.

Dua alasan itu cukup membuat saya patah hati di bulan juli.
Tetapi apapun itu, saya tetap mendoakan..
Rest In Peace Chester Bennington... You always be one of my idol. Ever..



Kamis, 15 Oktober 2015

Naik-naik ke Puncak Candi, Turun-turun Main Air

6 Juni 2015

Biar ngga kurang piknik, ketika Paman Danang berkunjung ke Jogja, saya pun mengajak jalan-jalan ke Karanganyar. Sebenarnya saya juga cuma berkunjung ke tempat KKN saya dulu di Ceto, Karanganyar. Dan, bahagianya Danang juga belum pernah kesana. Jadilah kami klop untuk pergi kesana.

Kami memulai perjalanan dari pagi hari menuju ke Kawasan Candi Ceto. Candi Ceto ini letaknya dekat dengan Tawangmangu. Kalau dari sebuah pertigaan terakhir Karanganyar, Tawangmangu ke kanan maka Ceto ke kiri. Jalannya berliku-liku bagaikan perjalanan Ninja Hattori, tapi tenang saat ini sudah banyak terdapat plang-plang penunjuk jalan yang dapat menuntun kita untuk sampai ke tempat tujuan tanpa nyasar.

Masih pagi dan masih segar kami sudah sampai di Kawasan Candi Ceto. Udaranya lumayan cerah dan belum terlalu panas. Kami pun secara bergembira naik-naik ke Candi dan tanpa dinyana penjaga tiketnya masih kenal sama saya. Hahaha. Ngga bayar dong yaa akhirnyaa. hehehe.Kami berdua lihat-lihat Candi Ceto dan juga pergi ke Puri Saraswati yang berada di satu kompleks Candi Ceto. 

Ohyaa pada saat ini jugalah saat perdana kami menggunakan tongsis kepunyaan Danang. Hahaha. Ingat kan cerita waktu kami ke hutan pinus bersama Popon? Nah saat itu Danang sering meminjam tongsisnya Popon dan merasa kalau foto pakai tongsis mukanya ga sebesar biasanya. Alhasil Danang pun bertekad membeli tongsis sendiri. Trus disini dia kesenengan foto-foto pake tongsis. Hahaha.

Ceto dan Kabut :)

Selesai jalan-jalan di kompleks candi, kami pun makan sate kelinci dan bakso ala-ala. Yaa cuma buat ganjel-ganjel perut ajah. hihihi. Sebelum pulang saya pun pingin coba ke rumah Pak Bayan tempat saya menginap saat KKN. Eh ternyata bapak ibunya masih ingat saya dan mengajak minum teh bersama :').

Memang dasar kami ngga begitu suka berlama-lama di suatu tempat wisata, alhasil selesai jalan-jalan masih siang hari. Yasudah saya akhirnya mengajak Paman Danang ke Air Terjun Jumog. Assiikk lhoo tempatnyaa. Asri dan cukup tertata. Walaupun agak gempor sedikit karena kami harus melewatii banyak anak tangga sebelum sampai pada air terjunnya. Kami ngga main air, cuma celup-celup kaki aja dan minum kopi hangat di warung pinggir air terjun. Hihihi.

Air Terjun Jumog

Selesai main-main kami pun melangkahkan kaki untuk kembali pulang. Lumayan laahh melepas penat sejenak piknik ke tempat berudara segar dan melihat hijau-hijau yang memanjakan mata :).

Ceto dan Saraswati

Air Terjun Jumog, Aku,Kamu, dan Tongsis. Hahaha *ciiee kepala Paman Danang ngga besar :p*

Selasa, 06 Oktober 2015

Quarter of Century...

06 Juni 2015

At that day, my partner was twenty five years old, yeeyy...

Luckily, I could spend a whole day with him.

I brought my "house" candle *actually this candle is only for power failure from PLN :p*, my tiny but special presents, and myself indeed. Hahaha.

I was happy to be the first person who said 'happy birthday' to him.


Haaii Paman Danang... I hope I can take this similar picture next year, next year, next next... :)


So, happy birthday my Dear... Hope God always gives you the best and blesses you in every second you breath and every step you take.
And, honestly I thank God as well because I can find someone like you :) *sekali-kali gombal*
Umm and I hope I can samasamasampelama with you :D. 
Kiss kiss :* :*

Meita Nikah!

Udah sesuai banget judulnya sama isi cerita yang mau saya tulis. hehehe.
Betul sekalii Meita salah satu temen geng picnickers mau nikaahh.. Yeeyyy

Emang kapaann?
Udah lama sii tanggal 17 Mei 2015, bertepatan dengan ulang tahun Meita ke-24.

Kalau mau dirunut-runut, kami sempat menyelenggarakan bridal shower abal, pas tanggal 9-10 Mei nya. Saya dan Nilam main ke rumah Meita. Kami beli martabak bandung yang besar dan memakan sama-sama sambil cerita dan akhirnya mengantuk bersama. Hehehe. Keesokan harinya pun kami hanya leha-leha dan pulang ke rumah masing-masing karena Meita juga mau berangkat kerja.

Lanjut di tanggal 16 Mei, malam midodareni. Saya dan Nilam ngga mau ketinggalan momen penting nan sakral ini doong, kami berdua pun memutuskan untuk hadir dan ngerecokin foto bersama manten yang sudah dandan cantik-cantik. Hihihi.
Oh iya karena midodareni ini jatuh pada hari sabtu, waktunya Paman Danang ngapel, alhasil Paman Danang sedikit terabaikan. Hahaha. Yaakaann si Paman ngga mungkin juga ikut liat mantennya. Hahahakk...

Sampai pada hari H nya!! Pagi hari sekitar pukul 06.00, saya diantar oleh Paman Danang menuju Gedung Diponegoro di daerah Wirobrajan (kurang lebih lah daerah situ). Lalu saya celingukan ga tau masuknya lewat mana, ditambah lagi Danang langsung ngacir aja ke rumah temennya. Katanya dia masih ngantuk -____-". Eh ternyataa saya salah masuk, harusnya lewat pintu belakang bukan pintu depan. Hahaha. Akhirnya setelah berjalan yaahh ga jauh sih saya sampai juga ke tempat rias. Nilam udah disana aja dong.

Dirias dan disanggul sudah selesai, langsung kami mejeng di depan sebagai penerima tamu. Huhuuyy. Ohya ada cerita sedikit tentang baju kami. Jadii saya dan Nilam dikasih kain kembaran gitu sama Meita dan kami sepakat jaitin di dekat rumah nenek saya. Tapi ternyata sempet ga sesuai ekspektasi dan sempet ngerubah sampai dua kali :(. Yaah untungnya bisa dipakai sih walau buat saya agak kekecilan ;(.

Akhirnya Meita dan Mamon resmi jadi suami istri yeeyy. Saya dan Nilam bertugas di meja penerima tamu dan kami mohon-mohon diantarkan makanan oleh Danang. Hahaha. Alhasil kami dapat hampir semua makanan gerobak plus es krim. Assiiikkk.

Beginilah kisah pernikahan satu member geng picnickers. Sekarang Meita sudah hamil, rencananya febuari melahirkan. Selaamaat. Pokoknya saya selalu mendoakan yang terbaik buat keluarga kecil kamu berdua *yang akan bertiga* yaa.... 
Sun dari Bibi Luki :*



Wefie di Malam Midodareni

Foto jaduull di cermiin... :D

Manten yang mau Ijab :D

Penerima Tamu dan Manteenn

Tampak Belakang Si Dua Sejoli :)
Pengantin dan Keluarga :)

Sama temen-temen Gardeep

Selasa, 29 September 2015

Main-main Di Pinusan

23 Mei 2015

Sabtu sabtu adalah jadwal bermain sekaligus kentjan :p.
Nah, pas tanggal 23 mei tiba-tiba teman SMA Paman Danang ngajakin jalan-jalan. Awalnya Danang males-malesan tuh, tapi akhirnya kami mau juga nemenin mereka buat jalan-jalan. Hehehe.
Temennya Danang pingin banget ke hutan pinus yang lagi hiets di Jogja, akhirnya fix hari itu siang-siang tengah bolong, kami pergi ke hutan pinus.
Kami memutuskan untuk ketemuan di warung ramen jl antara Klaten dan Jogja, yaah itung-itung sekalian makan siang. Disana saya berkenalan dengan Popon dan Zeni. Dua orang teman Danang yang ngidam pingin piknik di hutan pinus. Selesai makan kami cuss ke hutan pinus.

Emang hutannya dimana sih? Daerah Imogiri gituu, saya sih tetep ngga ngerti kalo disuruh kesana lagi. Hahaha. Tapi banyak kok plang penunjuk menuju ke hutan pinus tersebut.
Namanya hutan memang terasa nuansa hutannya tapi mereka tetap bisa menata pinus-pinus tersebut dan beberapa kursi dengan cukup apik. Mau piknik bawa rantang disana juga bisa. Berkemah atau boboan di ayunan gantung juga boleh. Mau guling-guling kalo ngga gatel juga bisaa. Tempatnya oke untuk merefresh otak sejenak.

Popon dan Zeni seneng banget foto-foto disana. Seperti biasa saya mah cumaa tim sorak sorai bergembira dan menuh-menuhin frame foto ajah. Alhasil kami disana nungguin mereka puas foto-foto. Hohoho. Terus saya ngapain? Biasa dehh jalan-jalan sendiri, bengong-bengong sebentar, liat-liat kelakuan orang-orang. Namun sayangnya saat saya ke hutan pinus ini ngga banyak orang yang aneh-aneh macam di Dieng. Hehehe.

Setelah dari Hutan Pinus, rencananya kami mau langsung pulang ke rumah masing-masing. Tapi tiba-tiba Zeni cerita pingin liat Nglangeran dan Popon bilang kalo kami sejalan. Karena Paman Danang lagi baik hati waktu itu dan kami berdua merasa Popon dan Zeni kurang piknik, akhirnya kami pun menawarkan untuk sekalian mencari tau ada apa di Nglangeran. Mereka berdua setuju dan kami pun cuss kesana.
Sebenarnya tempatnya biasa digunakan untuk naik gunung ala-ala. Kenapa ala-ala? Katanya sih tantangannya kurang cihuy dibandingkan dengan gunung-gunung yang lain. Karena saya bukan anak gunung, jadinya kurang bisa memberikan tanggapan yang ciamik. Hahahaha.

Sesampainya di Nglangeran kami langsung memutuskan hanya naik sampai pos 1 dikarenakan sudah sore dan kami juga tidak membawa peralatan perang untuk naik gunung hehehe. Daann kami diiming-imingi bisa melihat sunset di pos 1. 

Setelah naik-naik ke puncak gunung kami akhirnya sampai di Pos 1. Bener sih bisa liat sunset tapi awan seperti menyelubungi matahari, jadinya hanya tampak sedikit-sedikit semburat oranye. Hahaha.

Puas duduk-duduk sambil foto-foto, kami langsung cuss pulang ke rumah masing-masing. Kentjan kali ini memang ngga cuma berdua tapi tetap menyenangkaan :). 
Besok besok lagi yaa Popon dan Zeni :D

Pemandangan di Hutan Pinus (ada tempat tidur gantungnya :D)

Kami berempat di bagian tersempit dari jalanan di Nglangeran

Foto campur-campur antara Pinusan dan Nglangeran