Senin, 06 Januari 2014

(Bukan) Cerita (Terakhir) Tentangmu

28 November 2013

Di suatu hari yang sama saja seperti hari biasa, saya yang tengah melakukan kegiatan seperti biasa tiba-tiba mendapat SMS dari pacar "Boo kok lemes banget ya, Luk. Coba kamu liat nanti."

Perasaan masih biasa aja, dalam hati berkata "Aahh palingan lemes biasa doang."
Lalu saya jawab saja SMS Adit "Emmm coba dikasih vitamin aja, mungkin karena cuacanya ngga bagus jadi dia kurang sehat." -sok tahu banget inii :p-.

Malamnya saya lihat memang Boo lemas sekali dan dia ngga mau makan sama sekali. Duuhh... Mulai resah...

29 November 2013

Pagi-pagi saya bangun, seharusnya saya masuk pagi hari ini. Langsung perhatian saya tertuju pada Boo. Saya mencarinya keluar dan astagaa ya kali tuh anak ndepis di pojokan, lemeesss banget. Hati siapa yang ngga mencelos cobaaa. Tanpa pikir panjang saya langsung izin tidak masuk pada hari tersebut. Bangunin Adit juga, bilang kalo Boo lemas banget dan saya khawatir sekali.

Biasaa deh, saya kan emang cepet panik dan khawatir, saya tanpa segan meneror Adit untuk memikirkan apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Padahaall Adit masih kurang tidur, kasihan ya dia. Huahahahaha :p.

SMS kanan kiri, menimbang apa yang harus dilakukan, akhirnya kami memutuskan untuk membawa Boo ke Calico, sebuah klinik hewan. Teruuss diinfus aja dong yah anakku :(. Sedih banget ngeliatnya. Katanya sih kemungkinan ada benda asing yang mampir di tubuhnya, istilahnya keracunan maliihh >.<.
Diinfus dan dikasih obat, selanjutnya Boo boleh dibawa pulang dan terlihat cukup segar :).

Adit berangkat kerja, saya juga mau pergi dari rumah, ehh Boo dikasih makan tetap ngga mau :(.
Pusing lah sayaa :((.
Akhirnya saya karantina Boo di garasi, tak lupa saya berikan makanan dan minuman di dekatnya.

Malamnya, tetap ngga mau makan :((.

Melihat keadaan seperti ini Adit dan saya berpikir untuk menaruh Boo di ruang tamu. Selanjutnya  kami berdua pun memilih tidur di ruang tengah agar lebih dekat dengan Boo.

Oh ya perlu diketahui Boo sebenarnya mau minum tapi setiap minum pasti keluar lagi alias muntah. Kasihan banget lah pokoknya itu anak :((.

30 Januari 2013

Ngga ada perubahan yang signifikan. Saya udah ikutan lemes juga. Bingung mau gimana. Akhirnya kami berdua mencari alternatif dokter yang lain. Daann, dipilihlah dokter Arif, dokter langganannya Mbak Pink. Ngobrol-ngobrol via telpon, dokter Arif menyarankan kami untuk membeli obat Angkong. Katanya sih obat cina buat orang struk.
Baiklah, sebagai newbi kami berdua pun langsung meluncur ke Malioboro untuk mencari si Angkong.

Ngga pake lama, ternyata di samping Mal Malioboro ada Toko Obat Sehat yang menjual obat-obat tradisional cina, yasudaahh langsung dong nanya tentang si Angkong.
Kurang lebih begini percakapan yang terjadi:
Luki : "Ci, ada obat angkong?"
Cicik : "Ada. Kaya gini obatnya (ngeluarin gambar). Isinya satu, tuh sama kokohnya."
Luki : "Oh iyaa (merasa lega karena ternyata bukan obat langka). Berapa ci harganya?"
Cicik : "Enam ratus lima puluh ribu."
Luki : "Satu buletan itu 650 rb ya? (cenat cenut ngga jadi tenang :( ) "

YA KALEE MAU TENANG KALO HARGA SATU BULETAN OBAT YANG MANA CUMA SEGEDE BOLA BEKEL HARGANYA 650 REBUUU >.<
*stress*

Percakapan beralih antara saya dan kokohnya.
Kokoh : "Ini contoh tempat obatnya. Satu bulet ini 650rb. Nanti tinggal dilarutin aja di air panas lalu diminum.'
Luki : (masih ngga percaya) "Satu bulet doang ini yaa 650 rb?" (malah nanya ulang, udah mulai kehilangan kesadaran)
Kokoh : "Iya. Mahal ya? Boleh tahu untuk apa? Sakitnya apa?"

Nah disini kami curhat tanpa memberitahu bahwa yang sakit adalah seekor anjing. Kami cuma bilang saja bahwa yang bersangkutan didiagnosis keracunan dan dokter yang memeriksa menyarankan agar kami membeli Angkong.
Kokoh yang maha pengertian ini akhirnya menyarankan kami untuk membeli obat lain yang kurang lebih khasiatnya samadengan Angkong namun dengan harga yang lebih murah. Namanya Lou Dan Kwan. Harganya cukup 75 rb per buletan. 

TIMPANG AMET YAK HARGANYA???

Merasakan angin lebih segar dari tadi, yasutralaahh kami memutuskan membeli Lou Dan Kwan.

Selanjutnya melajulah kami kembali ke rumah dan langsung meminumkan obat tersebut kepada Boo. Kami juga membeli pipet agar kami dapat memaksa Boo untuk minum. Kami takut kalau kalau Boo malah jadi dehidrasi :((.

Jam demi jam terlewati tanpa ada perubahan yang berarti. Masih terus muntah, masih tidak memakan apapun, itulah yang terjadi pada anak pertama kami. Sedih banget tauk rasanyaa :((.

01 Desember 2013

Perubahan yang dinanti tak kunjung riba. Jujur kami ngga sabar dan akhirnya berpindah ke dokter lain. Kami menghubungi dokter Agnes, dokter yang pertama kali memberikan vaksin kepada Boo. Tanpa basa basi pagi itu kami langsung membopong Boo melaju ke daerah Palagan demi bertemu dokter Agnes.

Sampai di tempat Boo diperiksa dan langsung didiagnosis terkena lepto. Entah karena dia sedang kurang fit atau bagaimana sehingga mudah terkena bakteri tersebut. Padahal anjing-anjing yang lain di rumah tidak ada yang terkena. Lepto sendiri kata dokter Agnes adalah bakteri dari tikus. Bakteri tersebut dapat menyebar melalui kotoran tikus yang terinfeksi, ataupun pipis tikus. 

Yaahh, pas apesnya Boo aja kali yaa *menghibur diri*.

Di tempat dokter Agnes Boo disuntik dan kami diberi resep sealahgabrek banyaknya. Total obatnya Boo ada 5 jenis.

BANYAK AMAATT,  MALIIHH >.< 

Selanjutnya jam jam memberi minum obat Boo menjadi jam jam penuh drama. Dari yang saya marah-marah karena dia ngga mau buka mulut, memaksakan obat-obat tersebut masuk, mata Boo yang sumpah melas abiss. Dan semua drama ini terus berlanjut hinggaaa...

03 Desember 2013
Kami berdua masih terus tidur di ruang tengah rumah. Boo masih di ruang tamu. Pagi-pagi saat adik saya berangkat sekolah saya membuka mata sekilas dan melihat Boo sudah keluar dari ruang tamu dan berada tidak jauh dari tempat kami tidur. Yasudah, saya melanjutkan tidur karena masih ngantuk luar biasa. 
Kurang lebih pukul 08.30 saya terbangun. Memanggil Boo yang berada di bawah meja. Kookk, ngga ada reaksi?

Saya ke kamar mandi setelah itu langsung ke tempat Boo. Panggil-panggil ngga ada reaksi. Saya sentuh-sentuh kookk agak kakuu yaa...

TAKUT.

Cuma itu rasa yang saya ingat. 

Tanpa tedeng aling aling langsung saya panggil Adit dengan agak melengking. Si Adit menjawab dari kamar mandi setengah bete.
Saya katakan keadaan Boo dan gantian dia yang pegang-pegang Boo.

And, it was officially...
Boo has passed away...

There is no tears between two of us. 

Kami berdua diam dan langsung move on. Mikir gimana nguburnya, mau dimana, dan pinjam cangkulnya siapa. 
Kami sadar kami sedih sampai ubun-ubun dan untuk menguatkan satu sama lain, maka tidak ada air mata sama sekali. Kaya tabah banget ya kami. As if.

Setelah dapat pinjaman cangkul dan sekop, kami langsung mengubur Boo di halaman samping. Kami selimutin Boo pake handuk dan kami tutupin juga pake karung sak semen. Udahlah sempet ngga cukup lagi itu kuburannya :(. Ternyata Boo emang gede *telat sadar*.

Pernyataan bahwa Boo udah ngga ada masih terasa surreal sampai hari ini. Baanyaakk banget ulah bodohnya yang masih terkenang-kenang sampek sekarang. Anjing agresif, anjing kampung, anjing cinta air, anjing hobi ngejar kecoa dan ayam, anjing suka sikat -mulai dari sikat gigi sampai sikat WC-, anjiing kesayangan... Anjing pertama...

THE FIRST CUT IS THE DEEPEST

Bersama dengan postingan ini Adit dan saya berterimakasih dan mengirimkan doa kepada Boo. Atas ulahnya yang membuat kami selalu ceria dan 'waras' dalam menjalani hidup, memupuskan rasa bosan atas hubungan kami, dan membantu kami berdua mengingat esensi dari sebuah kata 'komitmen'.
Sekarang, kamu juga mengajari kami arti kata kehilangan. Kamu mengajari kami bahwa kata-kata klise 'setiap pertemuan pasti berakhir dengan perpisahan' memang benar-benar ada. Kamu mengajari kami banyak hal dalam hidup.
Baik-baik yaa Boo disana. Kamu sekarang udah bisa lari-lari di tempat yang luasnya ngga terbatas, makan apa aja, ngga ngerasa sakit, dan ngga dimarahin lagi sama kami.
Kami akan selalu kangen sama kamu tapi kami yakin kamu hanya sejauh foto di HP :D. I mean, kamu cuma ngga keliatan tapi masih selalu bisa dirasakan.

Terimakasih juga untuk semua yang udah membantu kami dalam merawat Boo. Teman-teman di kost Adit yang dahulu, mas-mas La Barong yang setia mandiin Boo, Listyo dan Meita yang sering kami pinjam motornya untuk membawa Boo, Tante Sinta yang pernah ngajak main Boo sampek pantai, dokter-dokter yang pernah memeriksa Boo, dan semua yang pernah baca cerita saya tentang Boo :). Maaf yaa kalo Boo pernah bikin sebel :).

All in all...
Mengutip kata Akang Bon Jovi,

We love you, Boo.. Always... 

Then I'll be theree *aduh keterusan :p*

Sabtu, 28 Desember 2013

Dua Puluh Tambah Tiga

22 November 2013

Sadar banget kalau besok hari bersejarah buat saya. Tapi berusaha cuek, walaupun dalam hati sudah berjanji “apabila Adit inget ulang tahunku, apalagi sampek ngasi semacam surprise, maka aku akan menraktirnya dimana pun ia mau” –gayaaa- -asal ga minta traktir ke luar kota aja :p- -kenpa jadi pacar oriented juga? :p-.

Malam-malam sekitar pukul 22.30 saya belum tidur. Tiba-tiba Adit datang bawa bungkusan. Setelah itu mengeluarkan 4 buah cupcakes dan lilin-lilin kecil. 
Ternyata saya masih bisa lempeng sodara-sodara! –heran sendiri- 
Terus Adit bilang “nanti jam 12 kita nyalain yaa.”

Ciiieee Adiiitt, tumben banget dia. 
Kesambet apa juga ga tau :p.

Masih berusaha buat bersemu –ternyata saya emang lempeng dot com- tiba-tiba Adit ngomong juga “tadinya pingin ngasi surprise di depan pintu sambil nyanyi, eh keburu capek, jadinya aku masuk aja.” 
Udahlah, kami bukan pasangan romantis. 
Itu ajah, cukup.

Jam menunjukkan pukul 12 malam. 
Adit nyalain lilin. 
Saya mencoba fokus. 
Saya mengucapkan permintaan, langsung tiup lilin. 
Oh yaa, saya sempet foto sama kuenya si, tapi sama Aditnya ngga –pasangan gagal PDA :p-. 
Abis itu langsung deh Adit bilang “silakan dimakaann, aku ngga sukaa” 
-___-“
Males deh.

Tetep aja saya suruh makan segigit, untuk menghargai. Bayangin dong disitu ga ada siapa-siapa selain kita berdua –eh ada Ian deng tapi udah tidur-, masa iya dia ga mau makan barang secuil?? –sewot-

Tadinya saya mau gaya mau nyium pipinya sambil bilang makasih atau I loph yu kek, tapi bibir ini kelu rasanya :p. 
Akhirnya eke peluk aja sambil bilang “makasi yaa, Adit” :D. 
Di dalam hati "makasii ya, sayang. Kalo kaya gini ngga mungkin jadi ngga sayang sama kamu kan?" -cieehhh :p-

23 November 2013

Pada hari ini tepat saya berusia dua puluh tambah tiga tahun. Udah tua juga ya :p.
Ulang tahun saya kali ini pun saya habiskan di Taman Budaya Yogyakarta. 
Ngapaiinn? 
Nonton monologue anak PBI Sadhar bareng Putri. Dan, hebatnya tiga tahun berturut-turut saya ulang tahun di TBY. Hehehe. Dasar banci pertunjukan! :p.

Putri ngucapin selamat ulang tahun sekalian ngasi coklat *baik yaaa*:). 
Semoga setahun ke depan hidup saya juga semanis coklat :D.

Hemmm.... dua puluh tiga kali ini jujur saya melewatinya tidak dengan senang hati. Saya berasa nyanyi lagunya MCR –eh, udah bubar ya band-nya :(- “I’m not okay”. 
Apa yang diinginkan, apa yang diharapkan tidak semua tercapai. Kecewa itu makanan saya sehari-hari tahun ini. Huft. 

Tapii yaa dibalik segala kekecewaan, mungkin saya diminta untuk belajar lebih banyak bersabar, menerima dengan legawa segala hal yang terjadi, merelakan keinginan yang hanya stop sampai keinginan tanpa menjadi kenyataan, banyaakk banget pelajaran hidup yang saya dapat. Dan, tetap saya bersyukur bahwa saya masih punya teman, pacar, keluarga yang baik :).
Sekian curhatan ngga mutu langsung dari mulut saya. Hahahaha.

Hemmm all in all teteepp terimakasih untuk semua yang telah terjadi dalam hidup. Seenggaksukanya kita sama sesuatu tapi yakinlah bahwa tetap selalu ada keceriaan dibalik kekecewaan -apa seh?-
Daann, happy birthdat to me semoga dua puluh tiga ini bisa lebih baik dari dua puluh dua. Amiinn :).

4 cupcakes :D


Luki dan lilin-lilin kecil :)
 

Kamis, 26 Desember 2013

Roo Chichirooo

Sebelum memulai cerita ini ada baiknya saya minta maaf dulu pada objek yang akan diceritakan. Kenapa? 
Telat banget, ceu, nyeritainnyaa >.< 
Ini cerita harusnya diceritain bulan september, eh ketunda aja sampek desember *sungkem*.

Apa sih ceritanya?

Aku aku dan Adit  punya guguk balluuu. Hoollleee :D

Oke oke, kita flash back yuukk ke bulan agustus akhir. 
Saya lupa tanggal berapa tepatnya, tapi waktu itu kami berdua lagi pingin ngajak Boo mandi. 
Nah, karena katanya di Liquid Pet Station Cuma 50rb, jadilah kami kesana mau coba-coba :D. 

Liquid Pet Station ini tempat grooming dan penitipan anjing kepunyaan temannya mbak Pink, namanya mbak Mel. Adit katanya udah pernah kesana si terus katanya disana ada banyak anjing, jadilah saya penasaran pingin kesana hohoho. Tempatnya di deket west lake, jauh nian lah dari Seturan. Tapi demi coba-coba dan menjenguk anjing-anjing tersebut, jarak pun tidak lagi menjadi persoalan :D. 

Sehari sebelum kesana kami bikin janji dulu biar lebih afdol dan pada hari yang dinantikan kami pun berjalan bergerak ke arah jalan magelang, mencari-cari di dekat rumah makan west lake, dan walaaa sampek deh ke rumahnya. 
Langsung kami pindah tangankan si Boo dan kami pun liat-liat anjing-anjing lain. Huahahaha. 

Emang ada banyak anjingnya, Dua puluh ada kali yaa, mayoritas husky, ada golden, malamute, dan beagle juga. Teyus, ada puppies-nya juga sodara-sodaraa, golden dan husky. Huskynya agak mahal kalo ga salah 6 atau 7 juta kalo ga salah. Maklum, indukannya impor macam kedelai.

Pas liat anakan goldennya, langsung deh terenyuh alias kepeenggeenn. 
Lucuukkkk kaya bonekaa. 
Mentuk-mentuk gendut ipel ipel gtuu. 
Ngga kuat lah istilahnya –halah-. 
Tanya-tanya tinggal yang jantan yang belum laku. 
Ada dua, bentuknya kurang lebih sama sih, beda dikit aja. Tanya harga, nego-nego, maksa-maksa –laahhh-. Intinya kami mau kembali setelah Boo selesai mandi dengan keputusan yang pasti –sedaap-.

Sambil menunggu Boo yang lagi nyalon, kami pun cari makan sambil ngobrol-ngobrol. Hitung-hitungan tabungan, hitung-hitungan keperluan masa depan, mikir-mikir yang tadi udah dinego, akhirnyaaa. Oke, kami akan mengambil salah satu dari dua puppies yang tersisa!

Waktu yang dinanti sudah tiba, kami pun menjemput Boo sambil mengutarakan maksud dan tujuan kami membeli salah satu dari puppies golden nan lucu itu. 
Ohyaa, sebagai info puppies golden itu adalah anaknya Billy, si golden lucu di tempat mbak pink. Pernah saya ceritain juga disini. Sebenarnya karena tahu itu anaknya Billy juga makanya kami jadi semangat untuk membeli puppies golden :D.  Akhirnya kami pun memilih antara dua puppies lucuk-lucuk itu, dan yang terpilih adaallaahh yang paling kecil. Hihihihi. Abisnya mukanya bodoh gtu, dan tidak terlalu agresif makanya kami berharap ia akan mengimbangi Boo :D.

Selanjutnya, kami janjian lagi seminggu setelahnya untuk mengambil anakan golden tersebut. Sebelum hari tersebut tiba, kami mulai seperti orang tua rempong pada umumnya. Cari cari nama, ciinn. Kami maunya akhiran vokalnya O juga kaya Boo. Adit pun memilih Bruno. Yasudah, saya iyakan saja *pacar suka mengalah :p*.

6 September 2013
Waktunya ambil puppyy. Excited banget kamii. Langsung deh siang-siang cuci kandang, bersihin kamar, demi menyambut anak balu. Sore harinya saya bersama Ocha dan Adit bersama Nanok pun pergi ke rumah Mbak Mel demi mengambil anak balu. Daann, tepat tanggal ini lah kami resmi mempunyai anak lucu yang barruuu :D.

Seperti halnya kalau manusia punya anak baru, langsung banyak deh kerabat-kerabat yang mau nengok, tidak terkecuali tante Sinta. Dua hari kemudian, tante Sinta pun berinisiatif menjenguk ponakan baru. Begitu lihat, jatuh cinta deh dia tapi terus komentar “Masa selucu ini namanya Bruno? Kurang sangaar”.

Sebagai orang tua yang terbuka, kami pun mulai mencari nama baru lagi, kali ini dibantu Tante Sinta. Akhirnyaaahhh tercetuslah namaa Chiroo. Cara panggilnya kaya Boo, Roo Roo Chirooo. :D

Uuhhh bahagiiaaa :D

Lucu banget ngeliat Boo dan Roo. Si Boo agresif deketin Roo, Roo cuma lempeng dan terlihat kasihan. Hahaha. Lalu ternyata mereka memang dua pribadi yang berbeda. Boo agresif dan diam-diam takut ketinggian. Sementara Roo lempeng banget dan ngga takut sama sekali sama ketinggian. Dia berani banget sama ketinggian dan berani lompat dari atas kandang. Boo suka makanan manusia sementara Roo cuma suka makanan anjing.Hahaha.
Semoga kamu sehat-sehat dan cepat besar ya, nak. :)

sama Tante Ocha pertama kali diambil

Ohyaaa, sebenarnya Roo sekarang udah besar lhoo. Dia tidak setinggi Boo tapi lebih berat dari Boo waktu seumurnya. Terus dia semacam bantet gitu, perutnya besar dan memanjang tapi kakinya pendek. Hohoho.

ini bocah gendut bulan desember:D

Rabu, 16 Oktober 2013

Terdampar di Segitiga

Haaiii selamat datang di permainan cinta anak manusia. Hohohoho *dikeplak*
Kali ini apa sih yang akan dibahas oleh Lukimacongki? *ditinggal pergi*
 
Okeeee
Langsung ke topik utama, segitiga. 
Langsung kebayang dong kalau udah ada kata segitiga dan cinta apa yang selanjutnya akan dibahas?
Iyadeh, bizarre love triangle. *cieehh*

Emang ada apa sih dengan segitiga ajaib ini?

Ehm ehm, segitiga ini tidaklah seenak segitiga coklat toblerone, di setiap sudut segitiga, jika orang tersebut MASIH PUNYA HATI pasti sama-sama tidak enak.

Beneran deh.

Bahas nii yaaa.

Sudut pertama adalah orang yang menginginkan keadaan menjadi tiga sudut alias segitiga, bukan sekedar dua sudut. Semua orang pasti menghujat orang ini karena sesungguhnya yang paling mengerti keadaan adalah orang tersebut. Dan, yang membuat keadaan menjadi lebih sulit juga orang ini. 
Parahnya, semua orang juga merasa bahwa yang paling enak adalah sudut pertama ini. Dia bisa mendapatkan dua sudut sekaligus *wooww*.

Yaaa emang sih sudut pertama itu memang sudut penentu. 
Dia yang seharusnya tidak terbawa suasana dan menambahkan satu sudut dalam sebuah hubungan. Dia yang seharusnya bisa menolak dan punya pendirian tegas. 
Tapii namanya juga manusia, tempat dimana khilaf sering muncul. Itulah sebabnya sering ada orang-orang yang menjalani peran sebagai sudut pertama, atau malah senang menjadi si sudut pertama.

Menurut saya, ngga selamanya dia yang senang dan enak. Kadang ada lho perasaan bersalah dan yaa itu sadarnya udah belakangan aja. Udah kebentuk segitiga yang kadang kongruen dan bisa juga ngga eh si dia baru nyadar atau baru disadarkan. 
Udahannya, kalau dia MASIH PUNYA HATI yaa pasti timbul rasa bersalah berkepanjangan.

Nah ini, gimana cara memperbaiki diri sendiri, mengobati rasa bersalah, menjadi orang yang lebih baik, dan mengembalikan kepercayaan adalah hal yang perlu dipikirkan. Hemmm ngga gampang lhoo karena kadang malah jadi merasa bersalah terus dan minder, udahannya yaa jadi gampang diapa-apain *bahasanya aneh* :p. 
Maksudnya, gampang jadi orang yang ditekan, karena rasa bersalah itu, jadi manutan kalau disalah-salahin. Pelajaran banget untuk mengembalikan rasa percaya orang lain dan meyakinkan diri sendiri bahwa yang dulu itu khilaf dan tidak akan mengulanginya lagi.
 
Sudut kedua, orang yang katanya paling kasihan. Yup, orang yang menjadi pasangan sejati sudut pertama. 
Semua orang pasti akan ngerasa kasihan dan akan banyak banget opini-opini orang sekitar yang akan muncul karena tiba-tiba ada sudut baru dalam hubungan dia. 
Ini ga enak banget. 
Pertama, udah perasaan sendiri masih gamang gara-gara sudut pertama yang disayang ternyata masih hobi cari-cari sudut, eh ditambah tekanan sosial yang bilang ini itu. 
Oh iya oh iya tambah lagi kalau dia kenal sama si sudut tambahan terus jadi harus menahan benci yang awalnya mungkin adalah rasa sayang. *oowwww* *musik berubah sendu*

Iihhh kasihan banget yaa sudut keduaa >.< *ikut sedih*

Terus terus sebenarnya apa yang harus dilakukan si sudut kedua?

Sesungguhnya diberi kesempatan jadi sudut kedua adalah kesempatan untuk lebih tawakal dan legawa dalam menjalani hidup *eeeaaa jadi religius*.

Kenapa?

Karena sebenarnya kita ga boleh benci orang kan?

Karena sebenarnya kita harus punya stok maaf yang banyak kan?

Terus kalau udah kaya gini gimana cobaaa?

Banyak banget lho yang harus direlakan dan dimaafkan. 
Pertama memafkan diri sendiri karena kadang ada beberapa yang merasa bersalah sendiri, dikiranya karena dia ngga mampu membahagiakan sudut pertama jadi tercipta sudut tambahan. 
Kedua, memaafkan sudut kedua yang bener-bener dia sayang. Apapun yang terjadi selanjutnya, mau pisah atau terus, pasti tetep harus maafin kan? 
Itutuuuhhh syussaahh... >.<
Once again, maafin sudut tambahan. 
Lo gila apaa? Maafin orang yang merubah gelak tawa menjadi ratapan tangisan??
Itu diiiaaa...

Bisa jadi sudut tambahan adalah orang yang ga kita kenal, terus kita jadi benci sama orang yang bahkan ketemu aja belum pernah. 
Terus bisa jadi sudut tambahan adalah orang yang sangat kita kenal dan sebenarnya sangat dekat dan kita sayang sebagai teman. 
Susaaahhh maaakkk >.< *curhat*
Ketika nostalgia indah berubah menjadi tangisan amarah. huhuhuhu
 
Pelajaran memaafkan itu memang sulit yak T.T *nangis mutiara* *pukpuk sudut kedua*

Sudut ketiga atau sudut tambahan, orang yang menjadikan keadaan menjadi sebuah segitiga. 
Yup, kita biasa menyebutnya orang ketiga. 
Katanya kalau jadi orang ketiga itu enak, ngga usah mikir, dapat senangnya, yah palingan juga cuma dimaki-maki atau digampar :p. 
Tapi ketika dia emang punya rasa sama sudut pertama semua itu menjadi lain *perlahan kenangan memutar ke 3 tahun yang lalu* :p.

Itu itu juga bikin sakit hati banget, ciinn. 

Seseorang yang kamu impikan, dambakan, bahkan nantikan, tiba-tiba ada di depan mata daaannn ternyata waktu tidak berteman dengan keadaan dan realita sehingga pada akhirnya menjadikannya tiada *tsaahhh*.

Perih doang sih rasanya :p.

Teruuuss, yaa kalau logika yang bermain dan kita MASIH PUNYA HATI tadi itu, sebaiknya sebagai sudut tambahan cadangan atau apapun itu yaa kita mundur dong yaa. 
Ya memang hati kadang berontak, tapii demi kepentingan bersama ya lebih baik pergi :(.
Selanjutnyaa yang jadi pelajaran hidup adalah merelakan. 
Merelakan mimpi, harapan, rasa, untuk hilang. 
Iyaa, ga gampang sayang, butuh waktu, butuh kelegawaan untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kita bisa. 
Kita bisa merelakan semua yang kita mimpikan.
Ooowww....

Cerita hari ini melow ya, ciinn?

Gapapalah sekali-kali :p.

Pesan dari penulis, jika bisa, tidak perlu terdampar apalagi tersesat dalam sebuah segitiga. Itu ngga enak. 
Trust me! 
Karena kadang waktu tidak seampuh antobiotik saat harus menyembuhkan sakit di hati :).

Salam pukpukpenuhharu :)