Senin, 23 Juli 2012

Pengakuan

Di hari senin ini saya bermain-main ke kedai kopi penuh kenangan di bilangan Gejayan -aseekk-. Sebenarnya teman saya dapat voucher sih jadi ngga mau menyiakan-nyiakan kesempatan kita pun cus kesana. Hohoho.

Sebenarnya malam ini saya mau buat pengakuan gitu deh.
Saya kangen pacar saya... Huhuhuhu
Oke agak menye, kalau bikin males boleh kok pencet tanda X di ujung atas sebelah kanan halaman ini :p.

Jadi situasinya si doi emang lagi KKN (Kuliah Kerja Nyata) di daeerah Karanganyar dekat Solo dan ngga boleh pulang. Sementara saya masih stuck di Jogja. Baru 2 mingguan sih ngga ketemu plus sebenarnya 4 hari yang lalu saya udah ketemu sama dia, tapi ya saya ngga bisa bohong juga kalau bilang ngga kangen. Eeeaaaaa.
Saya ngga tau kenapa sih ya, ini jarang-jarang sekali terjadi dalam kehidupan saya yang realistis dan bukan romantis. Tapii yaa, emang kangen gtuhh. Kangen ketawa-ketawa bareng, kangen makan sepiring berdua di rumah karena males cuci piring banyak, kangen ngeliat muka bodohnya, kangen jalan-jalan berdua, kangen naik motor berdua, kangen nabok tangannya, kangen dusel-dusel, kangen nempel-nempel, kangen manja-manja, ahhh ya pokoknya kangen. Dengan bodohnya saya ke tempat dulu kita pertama kali jadian. Terus lagunya kooperatif lagi, Always be My Baby, Two is Better Than One, When I see You Smile, I don't wanna miss a thing yah yaa gtuu deh.

Fiuh.

Tanggung jawab kamu wahai abang. Kamu sudah bikin anak orang kangen. :'(

Last words, I miss you badly today, dear -ngga tau besok :p-

NB: pak kadus tempat dia KKN tiba-tiba SMS saya juga dong ya, bilang kalo dia kangen sama saya. Hahahaha. Emang pacar saya suka malu-maluin :p.

-23 Juli 2012-

Minggu, 22 Juli 2012

Kecil-kecil Gentle

#kisahrajasekai

Masih tentang pasangan termanis di kompleks Narogong, Bekasi.

Lokasi cerita : Rumah nenek buyut Raja dan Rumah Sekai.
Waktu kejadian : siang-siang gtu pas makan siang
Pemain : Raja Sekai -pastinyaah-, Ayah Sekai

Seperti biasa percakapan terjadi saat Raja bermain di rumah nenek buyut nya yang adalah tetangga Sekai. Saat itu waktu menunjukkan jam makan siang dan terjadilah percakapan di rumah nenek buyut Raja.

Sekai : Sayang , papah akuh di rumah loh.
Raja : Iyah? Ayo kita kesana.

Bergeraklah dua anak kecil itu ke rumah seberang, ngga jauh sih paling juga 5 meteran.

Adegan berlanjut di rumah Sekai. Di rumah ini memang ada ayahnya Sekai sedang menyantap makan siangnya. Tiba-tiba datang dua anak kecil mentik ini.

Raja : Halo om (sambil salaman trus cium tangan gtu)
Sekai : ini Raja
Ayah Sekai : Oh ini temannya Sekai ya?
Raja : Bukan om, aku pacarnya Sekai.
Ayah Sekai : (diam, berhenti makan, mungkin di kepalanya langsung muncul suara doeng doeng doeng)
ohh gtu, jadi Raja pacarnya Sekai? (kayanya omnya takut yang tadi bisikan alam gaib)
Raja : iya om, aku pacarnya Sekai.
Sekai : iya pah, Raja tuh pacarnya Sekai.

Selanjutnya ayah Sekai menengok ke ibu Sekai dan berbisik kecil.
"ini anak masih kecil udah gentle"

Hiyaaaaa...

Oke deh para lelaki di luar sana apakah anda bisa se-gentle Raja yang masih 4 tahun?
Emm saya ngga minta jawaban sih, tapi mungkin posting-an ini bisa dijadikan perenungan bahwa kadang yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengakui apa yang sebenarnya terjadi.
Apabila keberanian itu sudah tercapai niscaya akan datang tanggung jawab untuk bisa menggantikan sang ayah dalam proses membahagiakan anak perempuannya.
Huahahahahaha. Gaya banget deh saya.
Tapi bener deh ya lelaki. Biarpun kamu-kamu pinter, udah mapan, ganteng, tapi kalo buat ngakuin kepada bapaknya bahwa anda sudah menanamkan benih cinta di hati anak perempuannya aja sulit pasti anda akan tetap dipandang sebelah mata. Berani mengaku itu penting karena ketika kita berani mengaku berarti kita juga berani menerima apapun resiko yang terjadi di belakangnya. Daannn jujur aja pasti level kelelakian anda akan naik setingkat. :D
  
Well, tapi saya akui sih yaa kadang kita butuh keberanian dan sedikit kenekatan untuk menjadi seperti Raja.:D

NB : mereka saling panggil satu sama lain dengan kata sayang itu bukan rekayasa loh!

-22 Juli 2012-

Museum Di Pinggir Ringroad

#jelajahmuseum

26 Oktober 2011

Here's come jelajah museum kedua...
Deng deng deng
Ke museum yang di pinggir ringroad. Hohohoho

Emm saya yakin orang-orang yang tinggal di Jogja mengetahui museum ini dengan teramat sangat walau mungkin ada beberapa yang mengaku malu-malu bahwa belum pernah masuk sana. -ya gapapa sih dimaafkan- Jadi museum yang saya maksud ada Museum Monumen Jogja Kembali atau biasa dikenal dengan sebutan Monjali.

Menurut pandangan pribadi saya, museum ini cukup atau bisa dibilang sangat terkenal di Yogyakarta. Semua orang tau keberadaan museum ini dan sering menjadikan museum ini sebagai ancer-ancer jalan. Selain itu letaknya juga sangat terlihat, di pinggir ringroad bookk, kurang terlihat apalagi cobaa.
Nah, untuk melengkapi penjelajahan museum kali ini, saya bersama 2 teman kental saya -Lulu dan Unin- pergi untuk menyambangi museum tersebut.

Seperti yang sudah saya bahas, museum ini terletak di pinggir ringroad utara, di antara belokan ke Hyatt dan Terminal Jombor. Bangunannya besar dan lahannya luas jadi langsung bisa ketahuan deh yang mana museumnya. Tiket masuknya ngga jauh beda Rp 5.000,- saja. Dan selanjutnya kita bisa liat hamparan tanah luas dan gedung besar yang sekilas seperti kerucut yang dikelilingi kolam ikan. Oh ya, ikannya besar-besar lho disana tapi saya ngga menyarankan untuk mancing disana.

ini gambar gedungnya, kerucut gtuh kan

Ada 3 lantai di bangunan ini. Lantai 1 dan 2 dipenuhi oleh sejarah perlawanan anak bangsa. Jadi, ngga semuanya hanya berkisar pada peristiwa 1 Maret 1949, atau dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret yang identik dengan sejarah keberhasilan rakyat Indonesia mengambil Jogja kembali dari tangan Belanda yang tidak mengamini kemerdekaan Indonesia.
Seperti museum pada umumnya disini banyak diorama-diorama dan patung-patung yang menampilkan pejuang-pejuang saat zaman penjajahan dahulu. Namun, sesuai dengan namanya kejadian yang dikupas di museum ini hampir semuanya yang berkaitan dengan Yogyakarta, walaupun ada juga beberapa patung pejuang yang berasal dari daerah lain. Selain patung ada pula beberapa barang-barang replika pada zaman perjuangan. Misalkan ada sepeda ontel sampai pada tempat tidur berkelambu.

ini tempat tidur berkelambu yang menarik perhatian plus cenderung agak creepy
Nah, favorit saya dari dulu adalah lantai 3 museum ini. Sebenarnya waktu kecil saya pernah diajak jalan-jalan ke museum ini bersama orang tua dan sodara sepupu saya. Waktu kecil saya suka banget sama lantai 3 ini karena luas terus langit-langitnya berasa tinggi dan los ngga ada apa-apanya. Jadi sebagai anak kecil yang kebanyakan energi, saya bahagia dibiarkan lari-larian di tempat ini :D -padahal seh ngga boleh :p-.
Anyway, ternyata sampai gede pun saya tetap suka ruangan lantai 3 ini. Luas, bisa istirahat sejenak karena sudah mengelilingi museum yang cukup luas, ngga ada pernak-pernik yang bikin takut kesenggol terus pecah, daann suara kita bergema loohh disini :D -norak-.
Dan dan ternyataa tanpa sengaja saya baca-baca artikel ternyata ada lohh arti di balik dibangunnya ruangan ini. Sebenarnya ruangan ini adalah ruangan tempat kita sejenak merenung diam dalam keheningan mengenang arwah para pejuang bangsa ini. Kita dipersilakan untuk mengingat, merasakan, mencamkan baik-baik bahwa semua itu butuh perjuangan, ngga perlu hanya untuk hal yang besar kaya membangun sebuah negara, tapi juga perjuangan untuk bertahan di dunia yang fana dan serba ngga pasti ini.
Yang seru lainnya adalah kenyataan bahwa di ruangan ini ada tiang bendera, yang mana maksud dari kehadiran bendera ini adalah menandakan satu titik imajiner yang dikenal dengan sebutan Poros Makro Kosmos atau juga disebut Sumber Besar Kehidupan. Titik ini adalah titik imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Tugu Yogyakarta, Titik Nol, Keraton Yogyakarta, dan Pantai Parangtritis. Oh ya, terus kan tadi saya bilang bentuk museum ini kaya kerucut, ternyata memang bangunan ini dibentuk laksana Gunungan dan puncak dari gunungan itu adalah titik imajiner yang saya ceritakan tadi.
Iiihhh filosofis banget yak :D. Saya salut lut lut :D.

Lantai 3 museum
tiang bendera yang jadi titik imajiner

Nah, begitulah sekilas cerita dari hasil jelajah museum saya dan kedua teman saya. Sedikit tambahan juga, bahwa di wilayah Monjali juga sudah dibangun Taman Lampion yang bisa kita datangi mulai sore hari sampai malam hari. Tempat ini cocok untuk mengajak jalan-jalan adik-adik kita, tapi buat kita yang udah gede juga seru seh, bisa foto-foto juga katanya karena banyak lampu-lampu yang dibentuk-bentuk lucu gtu :D.
Jadi bisa ditebak wilayah museum ini jadi lumayan rame siang malam, bagus juga sih untuk mendongkrak promosi museum Monjali ini :D.
Sekian laporan dari saya, walau terletak di pinggir ringroad, jangan sampai kita juga meminggirkan nilai-nilai sejarah dan filosofi museum ini. Oh ya, museum ini bukan cuma jadi penghias jalan lohh jadi yuk mari kita masuk jugaa... :D

-22 Juli 2012-

Sabtu, 21 Juli 2012

Suatu siang...

#kisahrajasekai

Suatu siang yang nyaman namun tetap dengan matahari menyengat, terjadi percakapan yang cukup bikin mata melotot dan otot di daerah bibir agak menegang membuat bentuk O.

Waktu: siang-siang gtu lah, diatas jam 2 an.
Tempat: kamar saya di Bekasi

Saat itu saya sedang ribet bersihin kamar yang euleuh euleuh banget deh gara-gara adek saya yang emang ngga bakat jadi bibik kaya saya -eh-. Tiba-tiba ada anak kecil nyeruntul aja ke dalam kamar terus duduk di tempat tidur. Ya ya ya si Sekai itu deh anaknya. Seperti pada umumnya dua orang bertemu pasti terjadi sebuah percakapan.

Sekai : Mba Luki, itu yang di atas lemari bunganya siapa? (nunjuk bunga mawar merah plastik murah gtu deh)
Saya : (pura-pura cuek) Emm punyaku, mau?
Sekai : iyah dong buat aku aja.
Saya : (ngambilin bunga)
Sekai : ini nanti buat pacar aku Raja.
Saya : (kuping melebar) ohh buat pacarnya
Sekai : iyaa, eh mba Luki mba Luki, mba Luki punya satu lagi ngga? Nanti biar buat akuh gtu. Jadi ada 2, buat Raja sama aku.
Saya : (baca doa)

Oke, jadi anak kecil zaman sekarang udah tau ngasi-ngasi bunga dan parahnya saya ngga tau kemajuan emansipasi wanita, sampai-sampai si Sekai yang notabene adalah perempuan mau nyariin dua bunga buat dia dan pacarnya. Hooooo...
FYI, seumur-umur saya ngga pernah gitu. Ckckckckckck

-21 Juli 2012-

Percintaan yang (terlalu) Dini


#kisahrajasekai
Alkisah nun jauh di rumah orang tua saya -sebenernya cuma di Bekasi sih-, terdapat sebuah keluarga yang notabene adalah tetangga ibu bapak saya -yaiyalah, berteletele deh-. Keluarga tersebut mempunyai 3 orang anak perempuan yang cantik-cantik, berusia 16 tahun, 14 tahun, dan 4 tahun. Pada kisah kali ini fokus kita akan merunjuk pada si bungsu yang masih berusia 4 tahun, bernama Sekai. Gadis mungil ini sangat lucu dan centil dong ya pastinya. Berikut ini adalah foto gadis mentik tersebut:


Beranjak ke tempat lain, di wilayah Jakarta tinggallah sebuah keluarga muda yang baru mempunyai satu anak lelaki yang ganteng -anggap saja gitu-. Anak lelaki tersebut juga masih berusia 4 tahun bernama Radnya, biasanya kami sering memanggilnya Raja. Yah, biar lebih ringkes aja seh. Seperti anak kecil yang aktif dan dinamis pada umumnya, Raja sangat suka lari-lari dan mengeksplor hal-hal di sekitarnya. Tanpa diduga ternyata ia juga sudah pandai memainkan pesonanya di usia yang cukup belia, mungkin itu praktik pengeksplorannya akan sumber daya yang ada di sekitarnya. Heemmm, beginilah tampang si Raja.

 

Dikarenakan Raja mempunyai nenek buyut yang bertempat tinggal di dekat rumah Sekai, Raja pun sering bermain ke kompleks perumahan tersebut. Dan disinilah kisah ini mulai mengalun laksana simfoni melayu yang mendayu-dayu.
Menilik pada sifat Raja yang suka mengeksplor hal-hal baru, suatu hari tertumbuklah pandangan mata Raja pada sesosok gadis mungil nan ayu, bernama Sekai. Laksana cinta pada pandangan pertama, Raja tak sanggup mengusai hasratnya sebagai seorang lelaki untuk mengagumi indahnya paras seorang hawa di hadapannya. Tak cukup mengagumi, sudah barang tentu Raja ingin memiliki dan menempelkan embel-embel "pacar aku" ketika mengenalkan gadis kecil ini kepada insan lain.
Waktu tak dapat menunggu dan Raja sadar benar akan pepatah ini, disapalah gadis mungil itu dan tanpa dinyana mata mereka pun bersirobok. Kali ini cinta bertransformasi menjadi aliran listrik yang menyetrum seluruh kalbu sang gadis dan hemmm pesona dan pancaran cinta dari seorang Raja ternyata mampu meluluhkan hati putih gadis kecil mungil tersebut. :)

Singkat cerita sih ngga tau siapa yang ngajarin mereka sudah bisa saling bilang bahwa mereka adalah pacar satu sama lain. Raja pacar Sekai, Sekai pacar Raja. Fufufufufu.

Mau bilang saya bohong karena bilang mereka umur 4 tahun dan sudah mengikat janji mesra?
Lihat dulu dong foto ini...


Irii? Yah, saya juga kadang gtu :p

Tenaang, kisah ini belum berakhir. Saya akan mem-post-kan beberapa celetukan jenaka dari dua pasangan yang sedang hot-hot nya di wilayah perumahan Narogong, Bekasi.
Don't miss it yach! -jangan lupa pake kedip mata satu dan tangannya kaya pistol yang mau nembak gtuhh-

NB: nanti saya hashtag-in pake #kisahrajasekai :p

-21 Juli 2012-